#listen

Mengapa ‘listen’? Gue pengen di bulan ini mulai banyak mendengar. Mendengarkan keinginan orang, keluhan orang, kebahagiaan orang, musik bagus ataupun jelek, nyanyian alam, dan semua hal terbesar yang bersuara keras hingga hanya lirih. Menurut gue hal termudah dan mendasar yang bisa dilakukan orang sebelum bermanfaat bagi orang lain adalah mendengar. Contohnya, Pak Jokowi dan Ahok, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini memulai kerjanya dengan mendengar suara rakyat yang akan mereka pimpin, kebutuhannya apa, permasalahannya gimana, kemudian mereka baru dapat memikirkan solusinya dan menjalankannya. Bukannya menjalankan apa yang jadi maunya sendiri saja, menjadi pemimpin kan justru utamanya adalah mendengarkan kemauan dari mereka yang dipimpin kemana tujuan yang diinginkan, baru pemimpin menunjukkan jalan terbaik untuk mencapainya. Kok jadi serius gini ya?
Hahaha, sebenarnya ini terjadi karena gue sepertinya menyadari kalau gue itu belajar lebih mudah dengan mendengar. FYI, gue emang jarang baca, gue cuma baca apa yang gue mau, jarang baca novel ataupun buku apapun, karena baru baca sebentar biasanya gue ngantuk. Hehe, padahal gue tau banget kalau ‘buku itu jendela dunia’. Bahkan, ilmu-ilmu yang nempel sampai sekarang itu gue yakin dari rasa ‘curious’ gue waktu kecil dan rajinnya membaca. Dulu itu suka banget baca RPUL, RPAL, dan Buku Pintar! Sekarang ya sebatas baca artikel yang gue suka aja, tapi pasti tetap ada nilai ilmunya. Tapi, yaitu ternyata gue menghafal lagu bisa gampang, berarti mungkin gue lebih cepat menyerap dari mendengar kali ya?
Mari mulai mendengar, apapun itu, belajarlah untuk lebih kepo.. hehehehe…. mari Februari ini kita isi dengan #listen !!!